Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

Aufklarung: Diskusi dan Ambisi

Gambar
Sekretariat Aufklarung Hallo teman-teman! Aufklarung, merupakan salah satu UPK (Unit Pelaksana Kegiatan) yang bergerak di dalam pendidikan sejarah yang ada di FISIP Undip. Aku masuk ke Aufklarung ketika tahun 2018 dan merupakan organisasi pertama yang aku daftarkan selama di Universitas Diponegoro. Teman pertamaku selama di Aufklarung adalah Bang Edy Hartanto, Ilmu Pemerintahan 2017 yang sekarang menjadi salah satu ketua komisi di Senat Mahasiswa Undip. Perlu diketahui juga, minat membacaku semakin bertambah ketika masuk ke UPK ini, dan minatku terhadap organisasi pun meningkat. Selama aku bergabung di UPK ini, aku pernah menjadi bagian dari kepanitiaan acara di salah satu Screening Film "The Smiling Madame Beudet" dan merupakan screening film hitam putih yang pertama kali semenjak Aufklarung berdiri, dan bukan hanya itu saja kepanitiaan yang pernah saya ikuti , yang lainnya adalah "Temu Veteran" dari temu veteran ini kita dapat banyak mendiskusikan dan ...

Quo Vadimus

Gambar
The world is so unpredictable. Things happen suddenly, unexpectedly. We want to feel we are in control of our own existence. In some ways we are, in some ways we're not. We are ruled by the forces of chance and coincidence. Paul Auster Hal awal yang paling saya percayai adalah bahwa manusia hidup adalah untuk mencari makna. Hal-hal semacam inilah yang menjadi penekananku dalam menentukan sikap dalam hidup. Makna yang baik adalah ketika kita melakukan kebajikan, namun banyak pula hal-hal yang tidak bajik melahirkan makna-makna dalam hidup. Lalu pada akhirnya kemanakah kita akan pergi? Dalam menjalani proses hidup yang hampir atau lebih dari dua-puluh-tahun ini, rasa-rasanya saban tahun menjadi exsist adalah suatu hal yang wajib dan perlu bagi umat manusia. Manusia, person, perlu pengakuan untuk membuktikan bahwa dirinya exsist. Setelah exsist lalu apa? Apakah kita perlu exsist layaknya air? Apakah kita perlu exsist seperti manusia? Air akan selalu mengalir meng...

Baskoro No. 69

Gambar
“Man wanted a home, a place for warmth, or comfort, first of physical warmth, then the warmth of the affections.”   Henry David Thoreau, Walden Pemandangan langit cerah diatas permukiman Kost Rumah adalah tempat yang hangat. Rumah adalah tempat kembali. Rumah adalah tempat dimana seluruh kenangan terkumpul. Sebagai seseorang jauh yang akan atau telah tercabut dari kebudayaanya, tentunya merindukan suasana-suasana lingkungan yang lama. Tetangga yang reseh, teman-teman tongkrongan, maupun perasaan suasana yang melekat.  Masuk ke Universitas Diponegoro membuatku tercabut dari hal tersebut, masuk ke dalam kebudayaan baru, atmosfer baru, suasana baru. Disini orangnya ramah-ramah, sesuai yang dituliskan dalam berbagai macam artikel.  Pemandangan langit Kost disaat mendung Nge-kost Lingkungan yang ku pilih adalah lingkungan Baskoro, nama lingkungan tersebut diambil dari Nama Jalan Baskoro. Namun banyak yang berkata bahw...